Hai, bagaimana harimu yang tak ada akunya? 
Berjalan sesuai maumu? Atau justru terasa kosong?
Aku di sini melewati hari-hari yang tidak baik-baik saja. Setiap waktu yang terlewati terasa seperti "oh, sudah terlewati ya". 

Bangun pagi dan tidur di malam hari adalah rutinitas yang itu-itu saja. Kosong. Hampa.

Sampai pada akhirnya sore tadi kamu menyapaku melalui mimpi. Dalam percakapan itu kamu memintaku untuk sabar menunggumu. 
Apa ini? Tolong jelaskan, mengapa harus melalui mimpi? 
Apa benar ini perwakilan dari kehadiranmu? 

Hai, kamu.
Sedang apa? Sehat selalu, ya. Jangan sakit. Karena kamu di sana sendirian. Meski ingin sekali aku menemanimu, namun yang bisa kuhadirkan hanya doa. 

Aku rindu kamu.
Semoga kamu bahagia.

Komentar