Apakah kamu tahu? Di saat kamu bilang tidak sengaja tertidur dan membiarkan aku menjadi orang terakhir di dalam percakapan kita, di saat itu masih banyak yang ingin aku ceritakan. Tentang apa saja yang sudah aku lewati, apa saja percakapan dan kejadian lucu yang aku alami, dan masih banyak kisah yang ingin aku bagi kepadamu.
Mungkin kamu lupa kalau beberapa waktu lalu kamu bilang bersedia untuk jadi tempatku berbagi. Tapi sekarang kamu tinggalkan aku dengan alasan klasik.

Mungkin juga kamu lupa bahwa beberapa waktu lalu kamu pernah bilang rela untuk sakit demi aku bisa sembuh. Tapi kenapa sekarang keadaannya berbeda?
Sekarang kenapa kamu yang seolah butuh untuk diyakinkan?
Aku paham kamu sakit lebih dulu, tapi kenapa kamu menyanggupi untuk mengorbankan perasaanmu demi pulihku?
Kenapa berubah? Apa kamu terlena karena aku yang lebih butuh kamu? Atau ini rangkaian dari balas dendammu?

Kita dua insan yang saling butuh diyakinkan. Bukankah saling mengusahakan itu jalan keluar yang baik? Tapi kenapa hanya aku yang antusias terhadap keberadaan kita? 

Segala rencanaku untuk menuntaskan rindu itu akan kubuang. Karena sepertinya aku rindu sendirian. Sedangkan kamu tidak.
Terima kasih untuk waktu yang singkat ini. Kita mungkin tidak ditakdirkan untuk memiliki waktu bersama yang panjang. 

Maafkan aku bila dihadapanmu aku lemah. Karena padamu kuberi tulusku. Semoga dipelukan wanita lain, kamu temukan damai dan tenang yang kamu cari. Agar dia tak merasakan abu-abu yang seperti aku rasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini