hai, kamu
terima kasih sudah pernah hadir dan memicu munculnya versi terbaik diriku. saat denganmu, aku tak hanya jatuh cinta padamu tapi juga pada diriku sendiri. aku menyadari ternyata aku memiliki hati yang hangat dan jujur. yang belum pernah kulihat keberadaannya hingga kamu yang memantiknya.
aku memang merindukan aku yang denganmu. aku yang merasa dicintai dan mencintai, aku yang didengar tanpa harus bersuara, aku yang jujur tanpa harus berpura-pura, aku yang terihat tanpa harus mencari perhatian, rinduku yang dipahami tanpa diminta, aku yang tulus dan menerima kekalahanku saat aku dicurangi.
terima kasih sudah menyadarkan bahwa hatiku istimewa. dan kamu beruntung karena pernah merasakan kehangatan itu.
terima kasih sudah membuatku merasa aman padamu hingga bisa membuka hati dengan sejujur-jujurnya. dikarenakan itu kamu bisa membacaku di saat tak ada satupun yang tak memahami bahasaku.
terima kasih karena pernah menjadi cermin yang membuatku membuka mata bahwa aku memiliki hati yang indah yang dulu belum sempat kulihat. bahkan dengan pergimu pun kamu masih membawa kebaikan untukku.
terima kasih karena sudah menjadi alasanku untuk bertumbuh. dulu, di tiap pagi aku membuka mata, aku selalu ingin melakukan sesuatu yang akan membuatmu mau membanggakan aku. semakin banyak aku mencoba, semakin besar aku bertumbuh bersama cinta itu.
terima kasih karena sudah membuka mata hatiku. terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk mecintaimu hingga aku bisa menjadi manusia yang kubutuhkan ada di dalam aku. karenamu, aku menemukan aku yang utuh.
kamu adalah pelajaran berharga yang takkan pernah bisa kudapatkan dari siapapun, dari apapun. bila tidak denganmu, mungkin aku bukanlah aku yang seindah ini. karenamu aku bisa memetakan hatiku. aku bukan kehilangan diriku sendiri, aku hanya sedang menahan diri agar tak kecewa lagi. dan lucunya aku lari kepadamu, karena kamu tempat teramanku. belum tergantikan.
dan kini aku harus menjadi tempat teraman untuk diriku sendiri. karena kamu pun sedang berusaha untuk pulih, menjadi rumah untuk diri sendiri. kelak, saat kamu sudah selesai dengan semua perjalan lelahmu, hanya satu yang akan aku minta darimu, aku butuh pelukmu. perjalananku pun melelahkan. tempatku merebahkan lelah adalah pelukmu. aku memang harus menjadi rumah untuk diriku sendiri, tapi pelukku masihlah berumahkan kamu.
inilah kejujuranku.
Komentar