Malam ini tiba-tiba kenangan itu berputar lagi di dalam kepalaku
Tentang degup jantung kita yang saling beradu di dalam peluk
Tentang tatap tanpa kata yang mengartikan segala yang tersirat
Tentang kecupan di kening sebagai pengantar malam panjangku
Dan juga tentang secangkir kopi hitam yang tak ada manis-manisnya

Lengkung bibirku, binar mataku, juga haru yang dibawa oleh aliran darahku saat teringat betapa bersyukurnya aku di saat-saat itu
Di dalam pelukmu kutemukan damainya rumah
Tak pernah kumerasa kosong 
Di dadamu kutemukan aku yang sejatuh-jatuhnya
Betapa kucandui lingkar lenganmu

Masihkah ada waktu untuk aku merasakannya sekali lagi?
Bolehkah aku menyeduh kopi hitam untukmu meski tak selalu sesuai dengan seleramu?
Harus kutukar dengan apa agar kau berkenan menukar satu harimu untukku?

Pelukku berumahkan engkau
Begitulah aku menggambarkan dirimu
Seluruh
Utuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini