Sebenarnya sekarang aku sedang bingung. Di antara kita, siapa yang menyerah? Apa yang sedang diperjuangkan? Bukankah tujuan pulangku itu untuk kembali menemukan aku? Tapi mengapa aku merasa bahwa aku kalah dari keadaan?

Di tengah kekalutan, aku berlari ke arahmu. Bukan untuk mencari penghiburan, tapi karena hati ini menuntunku untuk pulang padamu. Mungkin sikapku yang membuat kesalahpahaman ini ada. Maaf.

Kamu tahu pasti hanya kamu tempatku pulang. Kamu bilang bersedia menemani sakitku. Di saat aku mulai percaya bahwa aku bisa berdiri lagi, justru kamu yang pergi meninggalkan aku tanpa pesan. Aku marah, aku kecewa. Bukan padamu tapi pada diri sendiri. Yang membuatmu pergi mungkin karena aku tak selayak itu lagi untuk kamu.

Aku kalah lagi.

Jika dulu karena aku bukan pilihanmu. Mungkin sekarang karena aku bukan lagi aku yang kamu mau.

Padahal tulusku masih tetap kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini