Sejak kemarin, aku pakai gelang hitam di tangan kiri. Entah akan bertahan berapa lama atau justru menetap selamanya. Aku memilih untuk memelihara duka ini lebih lama lagi. Seakan aku menikmati hidupku yang berjalan di bawah payung hitam. 

Kejujuran hati yang mana lagi yang akan hadir di tengah kekalutan? 

Di ujung malam selalu mengusahakan tenang sendirian. Sambil memeluk diri di balik selimut, menyeka sudut mata yang basah, kemudian menepuk dada sambil berbisik "aku kuat, aku hebat". Mantra yang belum terasa sama sekali keajaibannya. 

Aku tak menanam harap akan dimenangkan dari sebuah ego. Karena tulusku bukan kalah. Hanya salah tempat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini