Menutup malam dengan lunglai. Timnas futsal kalah, Chelsea pun juga. Ingin berlari ke arahmu tapi rasa sungkanku jauh lebih besar. Rinduku harus kusimpan rapat-rapat.
hai, kamu terima kasih sudah pernah hadir dan memicu munculnya versi terbaik diriku. saat denganmu, aku tak hanya jatuh cinta padamu tapi juga pada diriku sendiri. aku menyadari ternyata aku memiliki hati yang hangat dan jujur. yang belum pernah kulihat keberadaannya hingga kamu yang memantiknya. aku memang merindukan aku yang denganmu. aku yang merasa dicintai dan mencintai, aku yang didengar tanpa harus bersuara, aku yang jujur tanpa harus berpura-pura, aku yang terihat tanpa harus mencari perhatian, rinduku yang dipahami tanpa diminta, aku yang tulus dan menerima kekalahanku saat aku dicurangi. terima kasih sudah menyadarkan bahwa hatiku istimewa. dan kamu beruntung karena pernah merasakan kehangatan itu. terima kasih sudah membuatku merasa aman padamu hingga bisa membuka hati dengan sejujur-jujurnya. dikarenakan itu kamu bisa membacaku di saat tak ada satupun yang tak memahami bahasaku. terima kasih karena pernah menjadi cermin yang membuatku membuka mata bah...
Komentar