Untuk kali ini tolong dimenangkan. Karena kekalahan panjang sudah lebih dulu menyapa, maka untuk masa kini dan nanti tolong ditetapkan tentang bahagia itu.
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan populer dari blog ini
-
hai, kamu terima kasih sudah pernah hadir dan memicu munculnya versi terbaik diriku. saat denganmu, aku tak hanya jatuh cinta padamu tapi juga pada diriku sendiri. aku menyadari ternyata aku memiliki hati yang hangat dan jujur. yang belum pernah kulihat keberadaannya hingga kamu yang memantiknya. aku memang merindukan aku yang denganmu. aku yang merasa dicintai dan mencintai, aku yang didengar tanpa harus bersuara, aku yang jujur tanpa harus berpura-pura, aku yang terihat tanpa harus mencari perhatian, rinduku yang dipahami tanpa diminta, aku yang tulus dan menerima kekalahanku saat aku dicurangi. terima kasih sudah menyadarkan bahwa hatiku istimewa. dan kamu beruntung karena pernah merasakan kehangatan itu. terima kasih sudah membuatku merasa aman padamu hingga bisa membuka hati dengan sejujur-jujurnya. dikarenakan itu kamu bisa membacaku di saat tak ada satupun yang tak memahami bahasaku. terima kasih karena pernah menjadi cermin yang membuatku membuka mata bah...
Apakah kamu tahu? Di saat kamu bilang tidak sengaja tertidur dan membiarkan aku menjadi orang terakhir di dalam percakapan kita, di saat itu masih banyak yang ingin aku ceritakan. Tentang apa saja yang sudah aku lewati, apa saja percakapan dan kejadian lucu yang aku alami, dan masih banyak kisah yang ingin aku bagi kepadamu. Mungkin kamu lupa kalau beberapa waktu lalu kamu bilang bersedia untuk jadi tempatku berbagi. Tapi sekarang kamu tinggalkan aku dengan alasan klasik. Mungkin juga kamu lupa bahwa beberapa waktu lalu kamu pernah bilang rela untuk sakit demi aku bisa sembuh. Tapi kenapa sekarang keadaannya berbeda? Sekarang kenapa kamu yang seolah butuh untuk diyakinkan? Aku paham kamu sakit lebih dulu, tapi kenapa kamu menyanggupi untuk mengorbankan perasaanmu demi pulihku? Kenapa berubah? Apa kamu terlena karena aku yang lebih butuh kamu? Atau ini rangkaian dari balas dendammu? Kita dua insan yang saling butuh diyakinkan. Bukankah saling mengusahakan itu jalan keluar yang baik? Tap...
Hai, Hafiz ... Hilang kabar bagi kita terasa seperti rutinitas ya. Rajin berkabar mungkin membuat duniamu terlalu penuh. Maaf ya ... Tapi entah kenapa masih kamu tujuanku untuk selalu memperbaharui kabarku. Entahlah, bagiku penting untuk kamu tahu apa yang akhir-akhir ini terjadi dan kurasakan. Meskipun aku tahu kamu tak akan peduli tentang aku lagi. Begitupun aku, tak peduli bila kamu tidak peduli. Fiz, ceritaku kali ini berawal dari aku yang menyadari bahwa jatuhku makin dalam. Kamu sadar kan kalau kamu tujuanku berlari dari semua rasa sakit yang kemarin aku alami. Padamu aku berharap resahku menemukan tenang, tangisku menemukan bahu, diamku menemukan pelukan hangat, sakitku menemukan reda. Di tengah rasa aku kembali terlena oleh keadaan, jumawa karena merasa dimenangkan oleh kamu, aku mengalahkan ketidaknyamanan itu. Tapi baru beberapa langkah kita berjalan, kamu tinggalkan aku yang bahkan belum sempat menggenggam tanganmu. Pucuk pengharapanku patah lagi. Merasa tak berar...
Komentar