Aku sudah sering tersenyum, hatiku terasa lapang, langkahku ringan, nada bicaraku melembut. Tuhan beri aku tenang di saat aku melepaskan doa-doaku tentangmu ke langit. Tak lagi kugenggam erat layaknya menahan diri. Sejak doaku mulai lagi terisi namamu, sejak itu pula aku perlahan pulih. Aku tak lagi memaksakan kehendak, lebih menerima karena meyakini apa yang terjadi pasti melalui kehendak dan izin dari-Nya.
Berulang kali kita ada dan samar. Tapi kali ini aku merasa tenang di tengah "hilangmu". Mungkin karena aku percaya bahwa doaku tentang meminta untuk kamu dijaga itu didengar.Hafiz, namamu ramai di langit doaku. Terima kasih karena sudah menjadikan aku sebagai manusia yang memilih untuk kembali pulang. Kamu adalah perantaraku untuk sadar bahwa sebaik-baiknya berharap adalah kepada-Nya.
Kamu luar biasa. Perjalanan hati, hidup dan spiritualku berisikan kamu. Terima kasih sudah hadir ya, rasanya bila kuberi seluruh isi bumi ini takkan cukup mewakilkan rasa terima kasihku padamu.
Terima kasih.
Komentar