Kepada sepasang mata yang menemukan aku di dalam tulisan ini

Hai, semoga setelah menemukan barisan kalimat ini, kamu sedikit memahami apa isi hati dan pikiranku selama ini.
Tak banyak yang ingin kusampaikan, tadinya. Tapi mungkin aku akan menulis lebih banyak dari apa yang direncanakan.

Aku bukanlah wanita istimewa seperti wanita kebanyakan. Aku wanita biasa yang tak tahu rasanya dirayakan dan dibanggakan. Hingga membuatku berkhayal tentang setangkai bunga dan pujian manis untukku di depan orang lain.
Setangkai bunga yang wanginya tak terendus olehku dari kejauhan, dalam bayanganku itu sangat manis. Meski aku tak bisa membayangkan akan bereaksi seperti apa. Karena tidak pernah mengalaminya.
Sebuah pelukan tanpa diminta sepertinya akan menjadi sesuatu yang sangat menenangkan. Menumpahkan bendungan rindu di dalamnya adalah keinginanku yang masih menggantung di ujung lidah.

Sepanjang perjalanan hidup, keinginanku tak pernah searah dengan restu. Seperti berdosa bila aku memilih untuk berjuang. Sekalinya kudapati pelarian, justru kehancuran yang kudapati. Membuat diri ini merasa kecil dan tak layak untuk "bahagia".

Aku selalu berusaha menerima apa adanya, tetapi mengapa orang lain tidak?
Aku selalu berusaha menyayangi sepenuhnya, tetapi mengapa aku dibalas dengan dusta?
Aku selalu berusaha menjadi rumah yang hangat, tetapi mengapa aku tak merasa ada yang mengharapkan aku pulang?
Aku selalu berusaha bersyukur atas apa yang kuterima dari orang lain, tetapi mengapa aku dituntut untuk menjadi yang bukan aku?

Mengapa harga sebuah pelukan itu mahal sekali?
Semahal itu kah harga sebuah kemenangan untukku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini