Terima kasih karena sudah ada di dalam kisah hidupku. Dikarenakan pelukmu yang kucandui itu, aku bertahan hidup lebih lama. Menguatkan alasanku untuk tetap menanti hari esok. Kamu -selain trahku- adalah salah satu lelaki yang menopangku. Di tiap kali tenagaku habis, kupandangi lelaki kecilku dan kemudian kubaca ulang lagi pesan singkat kita. Untuk kemudian aku mampu berdiri lagi. Selain karena doaku masih ingin menemani perjalanan hidup jagoanku itu, adalah pelukmu yang menjadi pendorongku untuk tetap bernapas.

Tolong sampaikan pada wanita muliamu, aku berterima kasih dengan tulus dikarenakan kamu sudah dilahirkan. Kuyakini indah hatinya pasti nyata. Sungguh, padanya aku ingin memberi hormat sebagai bentuk rasa terima kasihku yang begitu besar.

Hai kamu, terima kasih juga karena masih mau menjadi alasanku memperpanjang waktu.
Bekas luka di lengan itu masih ada, tapi tak berarti banyak selama kamu masih mau meyakinkan aku bahwa aku berharga. Seperti yang pernah kusampaikan, aku pernah ada di titik lebih baik memilih mati. Tapi sekarang itu semua hilang, karena kamu salah satunya. Surat kontrol ke poli jiwa pun sudah tak lagi kuperpanjang. Karena aku memiliki kamu sebagai tempat teramanku. Meski tanpa diagnosis dari dokter tapi aku yakin bahwa aku sudah mulai sembuh. 

Tolong jangan biarkan aku jatuh lagi. Aku terlalu takut untuk bertemu dengan dokter, sendirian. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini